Pengakuan Nabi Yusuf Membuat Saudara-saudaranya Terheran-heran


loading…

Akhirnya Nabi Yusuf tak kuasa menyembunyikan siapa dirinya yang sebenarnya. Di hadapan para saudaranya beliau membenarkan bahwa dirinya adalah Yusuf putra Yakub alaihissalam. Foto/tangkapan layar film Nabi Yusuf

Ustaz Mukhlis Mukti Al-Mughni
Dai Lulusan Al-Azhar Mesir,
Yayasan Pustaka Afaf

Selesai sudah pelajaran yang diberikan Nabi Yusuf kepada saudara-saudaranya (putra Nabi Yakub). Saudaranya terheran-heran merasa bersalah bercampur gembira ketika Nabi Yusuf ‘alaihissalam –kala itu menjabat perdana menteri Mesir– mengakui dirinya adalah Yusuf putra Yakub ‘alaihissalam.

Nabi Yusuf sudah tidak mampu lagi menyembunyikan siapa dirinya saat melihat kesusahan yang dialami para saudaranya. Berikut kisahnya dalam Tadabbur Surat Yusuf :

قَالُوْٓا ءَاِنَّكَ لَاَنْتَ يُوْسُفُۗ قَالَ اَنَا۠ يُوْسُفُ وَهٰذَآ اَخِيْ قَدْ مَنَّ اللّٰهُ عَلَيْنَاۗ اِنَّهٗ مَنْ يَّتَّقِ وَيَصْبِرْ فَاِنَّ اللّٰهَ لَا يُضِيْعُ اَجْرَ الْمُحْسِنِيْنَ

Artinya: “Mereka berkata: “Apakah kamu ini benar-benar Yusuf?” Yusuf menjawab: “Akulah Yusuf dan ini saudaraku. Sesungguhnya Allah telah melimpahkan karunia-Nya kepada kami”. Sesungguhnya barang siapa yang bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.” (QS Yusuf ayat 90)

Pesan dan Hikmah
1. Mereka belum yakin jika di hadapannya adalah Yusuf. Mereka berusaha mengingat segala tanda di tubuh Yusuf dan mencocokkannya dengan perdana menteri yang di hadapannya ini, hingga mereka dengan bertanya, “Apakah kamu ini benar-benar Yusuf?”

2. “Akulah Yusuf dan ini saudaraku. Sesungguhnya Allah telah melimpahkan karunia-Nya kepada kami.” Nabi Yusuf pun menjawabnya bahwa beliau benar Yusuf. Dengan tidak mengingatkan segala kejahatan yang pernah dilakukan para saudaranya itu. Justru Yusuf hanya menyebutkan banyak karunia yang telah Allah berikan kepadanya.

Ingatlah selalu nikmat dan karunia Allah yang pastinya jauh lebih banyak dan lebih lama diberikan kepada kita, daripada kesulitan dan penderitaan yang sedikit dan sebentar waktunya. Yang demikian membuat kita menjadi hamba Allah yang pandai bersyukur dan selalu bahagia.

3. “Sesungguhnya barang siapa yang bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.” Inilah kata kunci dari semua karunia yang ada pada diri Yusuf. Jika kita ingin mendapatkan banyak karunia seperti Nabi Yusuf, maka rahasianya ada pada takwa, sabar dan senantiasa berbuat kebaikan.

(Bersambung)!

Baca Juga: Surat Yusuf Ayat 89: Akhirnya Nabi Yusuf Ungkap Kejahatan Saudaranya di Waktu Kecil

Surat Yusuf Ayat 90: Pengakuan Nabi Yusuf Membuat Saudara-saudaranya Terheran-heran

(rhs)



Source link

Leave a Comment

A note to our visitors

This website has updated its privacy policy in compliance with changes to European Union data protection law, for all members globally. We’ve also updated our Privacy Policy to give you more information about your rights and responsibilities with respect to your privacy and personal information. Please read this to review the updates about which cookies we use and what information we collect on our site. By continuing to use this site, you are agreeing to our updated privacy policy.