Heboh Sholat Id Perempuan Campur Laki-Laki, FUUI: Ajaran Menyimpang Al-Zaytun Sejak 2001

Pengguna media sosial dibuat heboh dengan tata cara sholat Id di Pesantren Al Zaytun Indramayu lantaran tidak sesuai dengan tuntunan syariat Islam. Sebab para jamaah sholat Id di Pondok Pesantren Al Zaytun menggabung atau mencampurkan antara jamaah laki-laki dan jamaah perempuan, bahkan jamaah perempuan berada di depan jamaah laki-laki.

Ketua Forum Ulama Ummat Indonesia (FUUI) KH Athian Ali pun angkat bicara terkait pondok pesantren tersebut. Sebelum kasus ini, ia mengatakan Ponpes Al Zaitun pernah menjadi pusat ajaran kelompok aliran sesat.

Pada 2001, para ulama dan tokoh di Jawa Barat berhasil mengungkap sejumlah ajaran sesat di pesantren yang didirikan dan dipimpin oleh Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang. Di antaranya adalah tidak wajib melaksanakan sholat lima waktu, bolehnya mencuri harta orang lain, hingga menghukumi kafir orang-orang yang tidak masuk dalam kelompok ajaran Al Zaytun.

“Sebenarnya mereka itu sudah bubar, tetapi setelah mereka bubar mereka menyebar ke mana-mana bikin kelompok, ada yang masuk Syiah dan lain-lain. MUI pun dulu sudah memberikan pandangan-pandangan tentang keberadaan Al Zaytun ini,” kata kiai Athian Ali kepada Republika dikutip sumbawanews.com, Senin (24/4/2023).

Ditegaskan, pasca dibubarkannya aliran sesat di Al Zaytun, MUI dan tokoh ulama terus melakukan pendampingan dan bimbingan kepada masyarakat yang pernah masuk dalam kelompok tersebut agar bertobat dan kembali pada jalan Islam. Ia berharap ke depannya MUI dan pemerintah bisa mengambil alih Ponpes Al Zaytun agar tidak lagi menjadi pusat kelompok aliran sesat.

“Menurut saya harus diambil alih kemudian ditangani oleh MUI dibicarakan dengan Kemenag bagaimana penyelesaiannya,” kata dia.(sn03)

Geger, Sholat Idul Fitri di Pesantren Al-Zaytun Campurkan Laki-laki dan Perempuan

Seluruh umat muslim yang merayakan Idul Fitri disunnahkan untuk melaksanakan Sholat Idul Fitri di hari tersebut. Tak terkecuali Pesantren Al-Zaytun yang juga menggelar Sholat Idul Fitri yang melibatkan ratusan jamaah. Tetapi ada hal yang menghebohkan di dalam unggahan akun Instagram @kepanitiaanalzaytun yang kini sudah hilang. Dalam foto yang diunggah akun dengan bio ‘Ini adalah akun resmi Kepanitiaan Al-Zaytun, meliput berbagai kegiatan acara di Ma’had Al-Zyatun, Indonesia’, unggahan foto sholat Id pada Sabtu, 22 April 2023 memicu kontroversi.

Pasalnya, selain saf jamaah dibuat berjarak, juga ada jamaah perempuan di posisi paling depan di antara laki-laki. Ribuan warganet pun akhirnya heboh dengan meninggalkan komentar di unggahan tersebut. “Kegiatan perayaan Id Al Fithri di Masjid Rahmatan Lil Alamin Al-Zaytun-Indonesia,” demikian keterangan caption tersebut dikutip dari akun Instaram @unikinfo_id yang membagikan peristiwa ini.

Adapun khutbah Idul Fitri 1444 Hijriyah disampaikan Prof Abdussalam Rasyidi (AS) Panji Gumilang. Adapun Panji Gumilang adalah pendiri Ponpes Al-Zaytun di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat pada 13 Agustus 1996.

Dari foto lainnya, terlihat jamaah perempuan juga ikut mendengarkan tausiah Panji Gumilang dengan duduk di kursi posisi paling depan di antara jamaah laki-laki. Tentu saja, bercampurnya jamaah laki-laki dan perempuan dalam satu saf menimbulkan kontroversi. “Merasa tidak paham dengan tata cara sholat di Ponpes Al-Zaytun,” ucap warganet. “Kok ibunya di barisan laki-laki sih Buk, sholat apa struktur organisasi,” tulis netizen. “Izin tanya, Al-Zaytun itu aliran Islam apa ya, kok perempuan bisa shalat di antara laki-laki dan di shaf paling depan juga? Soalnya sender baru tau ada organisasi ini. Mohon penjelasannya bagi yang paham,” ujar yang lain.

Jagat Maya Heboh: Sholat Id di Ponpes Al-Zaytun, Perempuan Campur Laki-Laki

Jagat dunia maya dihebohkan dengan unggahan akun Instagram @kepanitiaanalzaytun. Dalam foto yang diunggah akun dengan bio ‘Ini adalah akun resmi Kepanitiaan Al-Zaytun, memberitakan berbagai kegiatan acara di Ma’had Al-Zyatun, Indonesia’, unggahan foto sholat Id pada Sabtu (22/4/2023), memicu kontroversi.

Pasalnya, selain saf jamaah dibuat berjarak, juga ada jamaah perempuan di posisi paling depan di antara laki-laki. Ribuan warganet pun akhirnya heboh dengan meninggalkan komentar di unggahan tersebut. “Kegiatan perayaan Id Al Fithri di Masjid Rahmatan Lil Alamin Al-Zaytun-Indonesia,” demikian keterangan caption tersebut dikutip Republika.co.id di Jakarta, Ahad (23/4/2023).

Adapun khutbah Idul Fitri 1444 Hijriyah disampaikan Prof Abdussalam Rasyidi (AS) Panji Gumilang. Adapun Panji Gumilang adalah pendiri Ponpes Al-Zaytun di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat pada 13 Agustus 1996.

Dari foto lainnya, terlihat jamaah perempuan juga ikut mendengarkan tausiah Panji Gumilang dengan duduk di kursi posisi paling depan di antara jamaah laki-laki. Tentu saja, bercampurnya jamaah laki-laki dan perempuan dalam satu saf menimbulkan kontroversi.

Akun @kukuh_fa**** misalnya heran dengan para jamaah yang terkesan orang terdidik semua. “Yang gw lihat ini orang-orang berpendidikan semua kan ya? Mereka bisa kasih dalil gak, sholat kayak gitu?”

Akun @mas_di**** juga mempertanyakan posisi sholat yang bercampur. “Saf sholat itu bukan ditentukan jabata, sekali pun jabatan mu tinggi, tapi kamu perempuan, saf sholat mu paling belakang,” katanya.

Tidak hanya itu, akun @zeer0_jelly**** merasa tidak paham dengan tata cara sholat di Ponpes Al-Zaytun. “Kok ibunya di barisan laki-laki sih Buk, sholat apa struktur organisasi,” ujarnya.

Foto tersebut juga mengundang perdebatan keras ketika diunggah di lini masa. Akun Twitter @tanyakanrl mengunggah foto tersebut hingga mendapat ribuan tanggapan, yang mayoritas mempertanyakan tata cara sholat di Ponpes Al-Zaytun.

“Izin tanya, Al-Zaytun itu aliran Islam apa ya, kok perempuan bisa shalat di antara laki-laki dan di shaf paling depan juga? Soalnya sender baru tau ada organisasi ini. Mohon penjelasannya bagi yang paham,” kata akun tersebut.

Republika.co.id pada Jumat masih mencoba mengonfirmasi kontroversi masalah foto tentang sholat Id di Ponpes Al-Zaytun.

Julia L. Bellamy

Leave a Comment

A note to our visitors

This website has updated its privacy policy in compliance with changes to European Union data protection law, for all members globally. We’ve also updated our Privacy Policy to give you more information about your rights and responsibilities with respect to your privacy and personal information. Please read this to review the updates about which cookies we use and what information we collect on our site. By continuing to use this site, you are agreeing to our updated privacy policy.